in ,

Cuitan Mahfud MD Buat Ramai Twitter! Bahas Soal Kehancuran Negara karena Pemerintahan, Begini Isinya

Opera.net Mahfud MD mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah memberikan sebuah pesan kepada keluarga Bani Mahzum.

“Ketika diminta tidak menghukum orang yang bersalah, Nabi Muhammad SAW mengatakan kepada keluarga Bani Mahzum, ‘Ketahuilah, hancurnya bangsa dan negara terdahulu disebabkan ‘jika ada orang besar bersalah dibiarkan tapi kalau ada orang kecil bersalah langsung dihukumkan hadd’ kepadanya’,” tulisnya sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com.

Cuitan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu lantas mendapat banyak respons dari netizen, salah satunya akun Twitter @ANnuarputra yang mengutip kembali hadist tersebut.

cuitan mahfud-MD di twitter

Jika ada orang besar bersalah dibiarkan tapi kalau ada orang kecil bersalah langsung dihukumkan hadd’ kepadanya,” tulis @ANnuarputra.

Ada pula netizen menyebut bahwa tidak adilnya sebuah hukum yang dituliskan oleh Mahfud sedang terjadi di Tanah Air.

Baca juga: 1 Tahun Bersama Jokowi-Ma’ruf Amin Wariskan Utang Rp 20,5 Juta ke Tiap Penduduk Indonesia

“Dan itu sekarang yang sering terjadi di Indonesia Prof. Ayo Prof tunjukkan dengan tindakan, bukan hanya dengan kata-kata karena Anda memiliki kekuatan untuk bertindak,” tulis @Idrus_kaidu.

Menanggapi balasan akun Twitter @ANnuarputra, melalui hadist lain Mahfud menegaskan bahwa kunci dari kekuatan negara adalah adanya keadilan.

“Ini lagi, “Tabqaa al dawlah al adilah wa in kaanat kaafiratan wa tafnaa al dawlah al dzolimah wa in kaanat muslimatan”: Akan terus kuat negara yang diselenggarakan dengan adil meski negara itu kafir, akan runtuh negara yang dipimpin dengan zalim meski negara itu Islam”. Kuncinya: “keadilan”,” cuit Mahfud.

Tak hanya itu, balasan akun Twitter @Idrus_kaidu pun direspons oleh Mahfud.

Halaman: 1 2

Rekomendasi

Kartu Pra Kerja Gelombang 11 Telah hadir, Buruan Gabung!!Berikut Cara Daftarnya

Aksi Buruh kemarin, Jika Omnibus Law Tak Dicabut dan UMP Tidak Naik, Said Iqbal: Kami Akan Mogok Kerja Nasional.