in

Gatot Nurmantyo Beberkan Kronologi Upaya Penangkapan Tokoh KAMI: Didatangi Kurang Lebih 20 Orang

Opera.Net РGatot Nurmantyo Beberkan Kronologi Upaya Penangkapan Tokoh KAMI: Didatangi Kurang Lebih 20 Orang, Dua pekan terakhir, nama Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menjadi sorotan.

Hal tersebut lantaran beberapa Aktivis, maupun relawannya diamankan pihak Kepolisian, dalam serangkaian gelombang aksi unjuk rasa terkait penolakan terhadap Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja yang disahkan menjadi Undang Undang (UU).

Sementara itu, Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo membocorkan terkait sejumlah upaya penangkapan terhadap salah seorang petinggi KAMI, yakni Ahmad Yani

Baca juga: Gatot Nurmantyo Sentil Mahfud MD, KAMI Belum Dua Bulan Sudah Mengerahkan Jutaan Orang!

Mantan Panglima TNI itu menuturkan bahwa koleganya, Ahmad Yani akan ditangkap oleh 20 orang pihak Kepolisian yang datang ke kawasan Kramat Raya, Jakarta, rumah Ahmad Yani.

Namun demikian, salah seorang tokoh KAMI itu mampu lolos dari upaya penangkapan yang dilakukan pihak Kepolisan, meskipun polisi telah mengantongi surat perintah penangkapan.

“Didatengin kurang lebih 20 orang, akan ditangkap,” kata Gatot Nurmantyo, pada Kamis, 22 Oktober 2020, dikutip¬†Opera.Net dari RRI.

Atas kejadian tersebut, Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa dirinya merasa heran, lantaran Polisi masih mengincar anggota KAMI, dengan mendatangi rumah untuk melakukan penangkapan seperti yang lain

Baca juga: Penyebab Pemicunya Gatot Nurmantyo Cs Ribut di Gedung Bareskrim Polri

Saat pihak Kepolisian akan melakukan penangkapan pada koleganya itu, Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa Ahmad Yani merasa tak melakukan kesalahan apapun.

Sehingga dikabarkan bahwa Ahmad Yani balik bertanya pada pihak Kepolisian, terkait kesalahannya hingga dirinya harus ditangkap oleh petugas.

Halaman: 1 2

Rekomendasi

Ungkap Pencetus Ide Omnibus Law adalah Luhut binsar panjaitan: Jujur Saya yang Mulai

RESPON Jenderal Gatot Nurmantyo ‘Dikuliti’ Mahfud MD di ILC tvOne dan Disebut ‘Tak Ada Apa-apanya’